Posted by : Anggit Rigen Friday, 10 February 2017


Hai Mas dan Mbak…

Sabtu,21 Januari 2017 mungkin menjadi hari tersialku diawal tahun ini.Terjadi kejadian yang sangat tidak terduga dan sangat membuat emosi.Smartphone milikku dan beberapa teman sekelasku hilang dicuri.Bagaimana bisa terjadi???Simak ceritaku kali ini.

Kejadiannya sekitar pukul 08.30 WIB,sehabis pelajaran olahraga.Aku dan Petruk (bukan nama sebenarnya) baru saja selesai mencuci cone untuk olahraga.Kebetulan hari itu kami olahraga menguji daya tahan kami dengan lari bolak-balik sejauh 10 meter selama 12 menit.Jangan tanya gimana rasanya.CAPEK!!!

Sampai di dalam kelas beberapa orang ribut soal HP yang hilang dan tas seluruh anggota kelas yang acak-acakan.Aku sendiri dengan santai menuju dan memeriksa tasku.Tasku juga berpindah posisi di atas kursi yang mana sebelumnya ada di dalam laci.Dan ketika aku buka….Smartphoneku udah lenyap.NGGAK ADA sama sekali.

‘Wah,HPku juga nggak ada,’kataku santai.

Entah kenapa waktu itu aku cukup santai ketika tau HPku hilang,disaat orang lain panik.I don’t know.
Total ada 4 HP yang hilang,2 smartphone Lenovo milikku dan Dedy dan 2 smartphone Xiaomi milik Yoga dan Sri.Ditambah uang 50 ribu milik Rizki.Dan anehnya semua HP yang hilang adalah HP milik siswa yang duduk di kursi deretan keempat dari depan.Dan yang lebih anehnya lagi dari semua siswa di deretan itu,cuma HPnya Agus yang tidak diambil.

Entahlah,mungkin pencurinya benci merek HPnya si Agus,atau dia takut oleh gelar Agus yang udah jago beladiri.Padahal Hpnya si Agus lebih bagus dari HPnya Dedy (sudah disepakati satu kelas).Apa motivasi si pencuri?We don’t know.

Akhirnya salah seorang temanku melapor ke guru dan razia besar-besaran dilakukan.Seluruh siswa (kecuali siswa di kelasku) disuruh berkumpul di halaman sekolah.Suasana mulai tegang,seluruh siswa digeledahi dan interogasi satu per satu.Sedangkan murid kelasku sibuk berkeliling ikut memeriksa setiap ruang kelas dan sudut sekolah. 

Beberapa petunjuk muncul,seperti ada beberapa kelas yang kosong ketika jam-jam itu.Salah satunya adalah kelas disamping kami yang kebetulan juga sedang pelajaran olahraga tapi kosong.Dan tidak ada orang luar yang masuk ke dalam lingkungan sekolah.So,bisa dipastikan pencurinya adalah siswa itu sendiri.

Setelah beberapa lama mencari di setiap sudut sekolah.Ditemukanlah satu HP.But wait… itu bukan Hp yang hilang,melainkan HP asing.HP itu ditemukan oleh Petruk dan langsung diamankan oleh Guru kami.Aku dan temen-temen berspekulasi bahwa itu cuma HP anak kelas 1 yang ketakutan mendengar kata “razia”.Aku jamin itu HP ada film aneh-anehnya.

Karena kami lelah mencari,bebrapa siswa kelasku istirahat di depan kelas bersama beberapa Guru,sedangkan siswa lain ikut menonton siswa lain dirazia.Kami hanya membicarakan kronologi kejadian pencurian hari itu.

Jadi,ketika pelajaran olahraga selesai,siswa kelasku masuk ke kelas.Tiba-tiba si Yoga bilang kalau HPnya nggak ada,beberapa siswa berpikir kok dia nggak kapok-kapok sih teledornya.Yoga memang suka lupa dengan barang bawaannya,jadi waktu itu teman-temanku berfikir kalo dia cuma lupa naruh HPnya.

Tiba-tiba Sri,salah satu temenku juga bilang kalo HPnya hilang.Disusul Dedy yang juga kehilangan HP disertai gebragan meja karena saking marahnya.HPnya udah biasa aja ditambah beberapa kerusakan menyertainya kok masih diembat (seluruh kelas mengakuinya).Disusul Rizki yang kehilangan uang 50 ribu.Dan terakhir aku yang juga kehilangan HP tapi masih santai.I don’t know.
Kami lalu menebak-nebak siapa kira-kira yang nyuri HP kami.Sedangkan si Petruk cuma bilang,’Untung aku cuma bawa HP yang jelek,’ yang langsung aku balas dengan ‘Ngomong lagi kutampar sepatu Truk,’.

Sampai siang pun kami tidak mendapatkan hasil apapun,sampai akhirnya semua siswa dipulangkan( memang seharusnya waktu itu pulang pagi karena Bapak Ibu Guru ada acara pengajian).Kecuali siswa yang kehilangan HP,kami disuruh tinggal untuk melacak HP kami.Ada juga teman-teman kami yang ikut menemani kami.

Tapi hasilnya nihil,karena di lingkungan sekolahan kami sinyal sangat susah ditemukan,bisa dibiilang Sinyal Hanya Mitos.Ditambah lagi hanya HPya Sri yang GPS nya aktif sedangkan milikku,Dedy,dan Yoga dalam keadaan mati GPSnya.

Akhirnya sekitar pukul 13.30WIB kami pulang.Sebenarnya aku sendiri nggak berani pulang.Aku takut sampai rumah bakal dimarahi.Secara itu adalah HP pemberian orang tuaku Agustus 2016 lalu eh udah ilang aja (dasar maling nggak punya otak,asal maling aja).

Sampai di rumah aku bersikap seolah nggak terjadi apa-apa.Pulang ngidupin computer dan nonton film.Aku juga sempet minjem HP Bapakku untuk coba nelpon nomor HPku,dengan alasan mau SMS Dedy untuk janjian ke warnet (memang hari itu aku berencana ke warnet).Dan hasilnya,nomorku sudah tidak aktif.

Seharian aku cuma menghabiskan waktu main di depan computer.Tanpa memberitahu orang tuaku bahwa HPku hilang.Aku cukup cemas dan kesel karena HPku hilang.Ini sejak siswa-siswa dipulangkan tadi sebelum malingnya ketemu.

Sorenya Dedy datang ke rumahku.Kami lalu ngobrol sebentar sambil nungguin Yoga karena kami berencana ke warnet bertiga.Setiap obrolan kami yang nrempet soal pencurian HP kami hindari kalo orang tuaku lagi didekat kami.

Sampai obrolan kami menyrempet ke topic kalo Yoga udah dapet HP baru hari ini.Aku pikir dia cuma minjem HP adiknya,karena merk HP yang tercantum di chat FBnya bareng Dedy (Dedy punya 2 HP) tertulis ASUS yang kebetulan HP adiknya Yoga juga ASUS.Tapi begitu dia sampai di rumahku,dan nunjukin HP barunya,baru aku percaya.

Menurutku Yoga memang anak yang cukup beruntung,HPnya hilanng langsung dibelikan yang baru oleh Ayahnya.Kalo dibilang iri sih,ya iri karena aku harus nunggu sekitar setahun buat membujuk Bapakku buat beliin HP.Sedangkan Yoga,belum genap sehari HPnya hilang sudah dapat pengganti.
Disisi lain,aku juga bersyukur dia dapet HP baru.Karena berarti hubungan kami dengan Jogjavidgram bisa berlanjut.Walau bisa dipastikan aku bakal vakum cukup lama dari JVG.

Awal Januari 2017 tepatnya tanggal 7,Aku dan Yoga resmi masuk ke Jogjavidgram.Jogjavidgram adalah komunitas kreatif dari Jogja dimana anggotanya aktif dalam membuat video-video unik di Instagram.Mulai dari video comedy,masak,travel,dan lain-lain.Jogjavidgram adalah sub komunitas dari Indovidgram yang berpusat di Jakarta.

Dengan adanya HP baru Yoga,hubungan kami dan anak-anak JVG bisa tetap terjalin,karena JVG selalu berdiskusi lewat LINE.Dan karena kasus pencurian ini hanya Yoga yang mampu berkomunikasi dengan mereka.

Kamipun pergi ke warnet langganan kami.Selama di warnet aku nggak konsen mau download apa.Aku masih mikirin soal HPku yang hilang.Alhasil aku bingung sendiri dan akhirnya udahan.Aku lalu cuma nyusul di biliknya si Dedy.

Sampai beberapa saat kemudian si Dedy dapet telfon.Aku kira dari sekolahan,eh tiba-tiba dia ngasih telfonnya ke aku.Katanya dari Bapakku.Firasatku udah nggak enak.

‘Assalamu’alaikum,’
‘Waalaikumsalam,eh Nggit HP kamu hilang ya?’
Aku bingung mau jawab apa.Sejenak aku diam.
‘Iya,’ jawabku mencoba tenang.
‘Kok,nggak bilang?’
‘Ya,kan nggak nanya?’jawabku cuma ngasal.Dalam hati : Aku nggak mau pulanglah
Akhirnya telfon ditutup,aku berikan telfon ke Dedy.
‘Shit…siapa yang ngasih tahu ya?Padahal rencananya abis ke warnet ini aku mau bilang eh malah udah ketahuan duluan,’
‘Iya Nggit,aku tadi juga bingung ditanyaan Bapakmu,aku kira tadi dari sekolahan,’
‘Apa aku nggak pulang aja ya,’
‘Udah jangan lari terus,hadapi aja,’

Aku mulai menenangkan diri,sedangkan Dedy mulai download anime lagi.Tiba-tiba si Yoga ikut gabung ke bilik Dedy.Kayaknya dia juga udah selesai.

Dan kampretnya,dia dari tadi main HP mulu.Nggak ada ngerasa nggak enak sama temen-temennya yang juga kehilangan HP tapi nggak dapet ganti secepet dia.Tapi yaudahlah itu udah sifat dia yang nggak peduli ama omongan orang,di sisi positif dia nggak bakal jatuh mentalnya karena omongan orang,di sisi negatifnya,dia jadi kurang peka ama orang sekitarnyanya.

Tapi aku sendiri maklum sih,karena diantara kami,cuma dia yang sedang pacaran.Dedy lagi masa PDKT,sedangkan aku…emm habis di PHP in cewek LAGI.Lagipula biarlah dia main HPnya,toh yang penting relasi kami dengan Jogjavidgram terjaga,itu yang lebih PENTING.Kalo dia sampai marah ke aku,karir aku di Jogjavidgram bisa tamat.

Akhirnya sekitar 20.20 WIB aku sampai di rumah.Dan ternyata di rumah sedang ada kakakku dan suaminya lagi datang.Bisa tambah runyam nih.Eh,ternyata aku nggak dimarahin.Karena HPnya hilang karena dicuri.Bahkan malam itu kami saling berdiskusi kira-kira apa motivasi si maling nyuri HPku dan temen-temen.

Pendapat yang paling menarik datang dari kakakku.’Mungkin,dia itu orang yang benci karena kamu suka bikin video Nggit,’

Setelah aku pikir-pikir ada benernya juga sih.Sejak aku punya HP baru memang aku suka buat video pendek Instagram dan video Youtube bertema comedy.Dan selama hampir 4 bulan memang banyak banget respon dari temen-temen disekolah ada yang seneng dan support,adapula yang ngehina.

Dan ada hal yang menarik dari kejadian pagi itu.Pertama 3 dari 4 HP yang dicuri adalah HP milik anggota inti GPScrew,dan semua HPnya adalah HP ynag bagus,jadi sudah pasti malingnya milih.Kedua alasan tidak diambilnya HP Agus karena si maling takut karena Agus jago bela diri.Dan hal yang aneh berikutnya adalah HP di meja belakang si Agus,yaitu HP si A (bukan inisial,aku cuma mau nyebut dia A biar gampang) juga nggak diambil.Padahal HPnya lebih bagus dari HP si Dedy.

Itu membuat aku juga berpendapat,mungkin juga si maling emang benci dengan kegiatan bikin videoku.Lalu kenapa HP Sri dan uangnya Rizki juga diambil?Mungkin cuma buat pengelabuan.

Tapi ketika Senen nya aku obrolin ke temen-temen,pendapatku itu disangkal dan tolak mentah-mentah oleh teman-temanku.Youweslah.

Beberapa hari kemudian aku nggak bisa berkomunikasi dengan temen-temenku.Baik temen online maupun temen sekolah.Aku mulai kesel dan marah dengan masalah maling HP itu.Cuma satu hal yang ada dipikiranku.Kalo malingnya ketemu,habis lu ditanganku.BAST*RD.

Bapakku sendiri sudah minta tolong ustad untuk masalah HPku,katanya nungu aja sampai jam 6 kalo masih rejeki pasti balik HPnya.Akhirnya setiap jam 6 aku cek tas aku dan halaman depan,tapi hasilnya nihil,HPku nggak balik.Sampai Mamakku bilang ‘Ya nggak gitu juga Nggit,HPmu kan nggak dicuri setan,’.

Senin pagi petunjuk datang dari ustad yang dimintai tolong oleh Sri.Katanya di kasus ini pencurinya adalah dari kelas di sebelah kami dan ada orang dalam yang membantunya.Entah kenapa beberapa teman mencurigai si A tadi sebagai orang dalamnya.Mungkin karena dia salah satu siswa yang datang paling akhir saat pelajaran olahraga.Dan setelah kejadian maling itu,ada temannya yang nyelonong masuk kelas sambil bilang,HPnya si A gimana.Padahal jelas yang hilang bukan HPnya si A.

Aku sendiri juga mulai curiga sama dia.Sikapnya yang tertutup dan jarang masuk membuat dia pantas dicurigai.Satu hal yang penting,kalo dia ketahuan terlibat,habis lu ditangan temen-temen sekelas.
Malamnya aku pergi ke rumah saudaraku yang sedang ada pengajian.Dan sudah dipastikan topik obrolan malam itu adalah soal HPku yang hilang.Ngeselin,BANGET.

‘Dulu di pondok pesantrennya Lisa juga ada kasus pencurian.Tapi nggak diselidiki,kata ustadnya cukup tunggu beberapa hari saja,’kata Bibiku.
‘Lalu?’
‘Lalu,3 hari kemudian ada satu anak yang diare nggak sembuh-sembuh.Dan itu anak yang dicurigai sebagai malingnya,’sambungnya.

Mendengar itu,aku juga berharap demikian,maling HP kami segera dapat karma gara-gara mencuri HP kami.

Keesokannya,di sekolah ada acara Sosialisasi UN dan AMT sehingga para orang tua siswa dipanggil.Dan khusus bagi orang tua kami yang HPnya hilang dimohon berkumpul di ruang Kepsek setelah acara selesai.

Sepanjang acara,si motivator berbicara soal bagaimana menata tujuan,impian,serta cara agar bersemangat meraihnya (yang dikasus ini dikhususkan meraih kesuksesan UN).Mulai dari melakukan ini,itu,jangan lakukan ini dan itu.

Aku sendiri sepanjang acara mencoba menikmati dan mengikutinya.Tapi setiap mendengar tentang meraih tujuan dan impian aku mulai muak.Salah satu media terpenting untuk meraih tujuanku sudah diambil secara paksa.Aku cuma berharap acara ini segera selesai.

Setelah acara selesai,aku masih harus menunggu Bapakku yang masih ada di ruang Kepsek.Beberapa menit kemudian mereka keluar.Aku langsung mengajak Bapakku pulang.
‘Gimana,Pak,tadi Kepsek bilang apa?’tanyaku sesampainya kami di rumah.

‘Dia bilang,sekolah sudah berusaha,tapi tidak membuahkan hasil,kalau rejekinya pasti HPnya kembali.Lebih baik diikhlaskan saja,’kata Bapakku.
Disitu aku langsung marah.Bodho amat kalo kalian mau bilang aku kaya anak kecil.
‘Ikhlasin gimana?Mereka enak tinggal ngomong,aku yang stress nggak bisa komunikasi?’

Aku langsung ke kamar dan berdiam diri disana.Seharian aku cuma diam di kamar.TIDUR.Berharap ketika aku bangun kejadian kemalingan ini cuma mimpi.Dan ketika aku bangun beneran cuma mimpi.Mimpi kalo aku berharap ini cuma mimpi.HPku nggak kembali.

Di sore hari aku baru keluar kamar. Tak lama kemudian Mamakku datang menghampiriku.Aku masih diam gara-gara kejadian tadi siang.

‘Nggit,udahlah jangan sedih,kapan-kapan kita beli HP lagi,’kata Mamakku.
‘Beli lagi?Kapan?Pas kiamat?’Aku masih marah.
‘Ya,kita pake cincin itu,’
‘Nggak bisa lah,Mak.Cincin itu dari uang beasiswa.Itu untuk modal kuliah aku,Dasar maling bangs*t.T*i!’
‘Ya kamu jangan sedih,itu cuma HP,’
‘Nggak cuma sekedar HP.Itu jembatan untuk meraih impian aku.Udah berapa lama aku nunggu biar dapet HP itu.Sekarang semua agenda dan project aku kacau.ITU BUKAN SEKEDAR HP!!!’teriakku sambil melempar bantal ke tembok.
‘Yaudah kamu jangan sedih,kalo kamu sedih kamu,Mamak juga sedih.Itu cuma HP,dari pada kehilangan yang lain,’kata Emakku sambil menangis.
Melihat Mamakku menangis aku menahan emosiku yang sudah di ujung tanduk.
‘Kehilangan yang lain,apa?’
‘Kehilangan KAMU.Masih mending cuma kehilangan kamu,bisa dicari gantinya,kalo kamu gimana?’

Aku cuma bisa diam dan mulai menangis.Merenungkan apa yang dikatakan Mamakku barusan.Setelah suasana agak tenang aku kembali ke kamar.

Di dalam kamar aku meluapkan semua emosiku.Aku benar-benar stress karena kehilangan HP itu.Banyak agenda dan project yang kacau dan batal gara-gara kehilangan HP itu.Apalagi komunikasiku dengan teman-temanku yang jadi sulit.

Sambil mengurung diri aku berpikir beberapa kegiatanku yang kacau tanpa Lenovo-ku.Banyak banget yang bakal kacau,bahkan agenda yang sudah lama aku rencanakan.

Aku bakal susah berkomunikasi dengan teman-teman sekolahku,sehingga aku cuma bisa ngobrol dengan mereka pas lagi disekolah atau main bareng.Aku jadi nggak bisa komunikasi sama teman-temanku yang lain di sosmed.Nggak bisa lagi chat-chat an sama gebetan aku (ee…oke aku juga udah ditolak,SKIP).

Aku bakal susah nyari tugas sekolah.Padahal aku juga punya tugas bikin laporan di pelajaran IPA.Harusnya cuma tinggal nyari lewat HP,copy ke WPS Office,salin ke PC,salin ke flashdisk,print kelar.Sekarang harus pergi ke warnet.Kalo mau pake PC,biaya buat modem per bulannya mahal.

Dan eventku yang sudah aku nanti selama hampir satu tahun terancam gagal.Datang ke Direct Selling JKT48 dan ikut TwoShot (foto bersama member JKT48),itu event yang paling aku nanti.Tahun lalu aku ikut Direct Sellingnya,tapi nggak ikut TwoShot karena nggak punya HP karena rusak.Tahun ini harusnya aku bisa melakukannya.

Tapi sekarang media yang membantuku mewujudkan agenda itu hilang.Jangankan TwoShot,liat jadwal kapan mereka Direct Selling aja jadi susah banget.Sampai sekarang aku masih stress karena memikirkan event yang aku tunggu hampir 1 tahun terancam gagal.

Dan yang paling membuat aku stress adalah aku dipaksa untuk vakum untuk membuat vidgram dan video Youtube.Padahal baru sekitar 2 minggu sebelum kejadian itu aku bergabung dengan Jogjavidgram dan hari Minggu aku berniat ikut bikin video dengan teman-teman baruku dari Jogjavidgram.Tapi semua sirna,mediaku untuk membuat video dan menyimpan ide-ide untuk vidgram dan Youtube sudah hilang.Padahal aku sudah punya beberapa ide untuk video baru.

Kalau Youtube sih aku masih bisa mengupload beberapa Kompilasi Video Instagramku,tapi kalo video Instagram,aku benar-benar dipaksa untuk berhenti.Walau aku online di PC,tapi Instagram di PC cuma bisa untuk mengecek profil tidak bisa untuk mengupload video.

Aku takut jika aku dan Yoga bakal di kick dari Jogjavidgram karena di bulan Juni aka nada pembersihan member Jogjavidgram yang non aktif.Aku juga bingung gimana mau ngomong sama kak Bram,ketua Jogjavidgram soal vakumnya kami ketika ngambil kaos komunitas Jumat depan.
Malam itu aku meluapkan semua emosiku,dan mencoba untuk mengikhlaskannya.Walau ini sulit.

Keesokan harinya ketika Les Bahasa Inggris,guruku menunjukkan ke kami berita soal pencurian dan pembunuhan.

‘Ibu menunjukkan ini ke kalian agar kalian yang kehilangan HP kemarin bersyukur cuma HP yang hilang bukan nyawa kalian,’

Aku yang mendengar itu juga sependapat.Aku bersyukur aku masih hidup.Nggak kebayang kalo nyawaku yang terancam,bisa-bisa nggak cuma mimpiku yang kacau.Tapi masa depanku bisa hilang.

Sepulang les aku mencoba menghibur diri dengan nonton film di PC.Entah kenapa aku lagi ingin nonton film RelationShit karya kak Alit Susanto.Di dalam film itu terdapat 1 scene yang menceritakan tentang 5 Stages of Grief (5 Tahapan Kehilangan) oleh Elisabeth Kubler-Ross yaitu :

1.Denial [Penyangkalan]
2.Anger [Kemarahan]
3.Bargaining [Tawar Menawar]
4.Depression [Depresi]
5.Acceptance [Penerimaan]

Entah kenapa masalah di scene ini sama dengan masalahku.Kami sama-sama kehilangan.Mas Alit kehilangan pacarnya dan aku kehilangan HPku.Tapi aku nggak tau aku sudah ada di tahap Acceptance atau masih bergelantungan di tahap Depression.Walau aku sudah mencoba menerima keadaan ini tapi kadang aku masih kesel karena maling itu.

Hari Kamis dan Jumat kami berempat ditemani 2 guru melapor ke Kantor Polisi.Sudah terlalu terlambat sebenarnya,karena kami baru melapor seminggu setelah kejadian.Itu gara-gra KepSek yang belum mengijinkan kami untuk melapor.Di sana kami ditanyai tentang kronologi kejadian dan menumpuk dus HP sebagai petunjuk pencarian HP.Dan kami hanya tinggal menunggu hasilnya.

Jumat sore,Aku dan Yoga masih harus ketemu kak Bram untuk mengambil kaos komunitas di Warung Burjo di daerah Gejayan.Untungnya ada HP barunya Yoga yang bisa kami gunakan untuk berkomunikasi dan memakai GPS.

Sesampainya di sana cuaca sedang gerimis.Dan ternyata kak Bram cuma bawa 1 kaos.Ini karena salah komunikasi antara Yoga dan kak Bram.Di chat kak Bram nanya ‘Yang ngambil satu orang aja’ dan Yoga jawab ‘Ya,’.

Padahal yang dimaksudkan Bram mungkin yang beli itu cuma satu orang aja,sedangkan sepaham Yoga dan Aku (yang juga baca) itu yang dimaksud yang suruh ngambil kaosnya cuma 1 orang.Dan akhirnya kak Bram terpaksa ngambil kaos lagi di kost an dia.Untung kost an dia deket dari Warung itu.Jadi aku dan Yoga nungguin disana sambil pesen kopi.

Lima menit kemudian kak Bram sampai membawa 1 kaos lagi.Lalu aku segera membayarkannya sambil ngobrol bentar.

‘Kalian kok nggak pernah ikut kumpul?’tanya kak Bram.
Aku bingung,karena langsung dihadapi pertanyaan itu.Tapi aku coba tenang dan menjawab tentang padatnya jadwal Les kami karena kami kelas 12 SMK.Ditambah lagi HP kami hilang.
‘Besok bulan Maret kita bakal ada acara nyambut Indovidgram yang ke Jogja,kita rekaman nyanyi Jingle Jogja di studio trus foto pake kaos ini trus bikin video klipnya juga,kalian bisa ikut?Minggu kok,’
‘Bisa kak kalo Minggu,’jawabku spontan.Padahal belum tentu kami free besok.’Tapi kak,HP aku sama si Yoga hilang,jadi agak susah komunikasinya,’
‘Trus gimana?’
‘Kontak aja si Yoga,kak,’
‘Iya,kak,’tambah Yoga.
‘Ok,eh kalian udah pesen ya?’
‘Udha,kak,’
‘Yaudah aku duluan ya,mau siap-siap pulang kampong soalnya,’kata kak Bram.
‘Emang aslinya mana,kak?’tanyaku.
‘Bengkulu,’jawabnya.’Yaudah,aku duluan ya,’
‘Ya,kak,’jawab kami.

Dia meninggalkan kami dengan 2 kaos komunitas yang aku masuki 7 Januari lalu,Jogjavidgram.

‘Eh,Nggit,aku nggak tau lho,apa bisa ikut bulan-bulan itu,’kata Yoga.
‘Iya-iya,aku juga nggak tau,Maret kan banyak Ujian,kita pikirin nanti aja.Kalo bisa ya dateng,kalo nggak ya udah.Utamain sekolah,’kataku.

Aku juga cukup bingung gimana kelanjutanku di Jogjavidgram.Aku sudah pasrah kalo harus dikeluarkan dari komunitas ini.Dan semakin membulatkan tekadku :Kalo malingnya ketemu,aku ikutan hajar si bangs*t itu.

Danhari-hari berlalu,tapi tak ada kabar tentang kasus ini.Tapi aku mendengar beberapa anak yang dicurigai oleh Guru sebagai malingnya mengalami insiden.Aku harap itu petunjuk yang mengarahkan kami ke penyelesaian kasus ini.

Dan hari ini tepat 3 minggu setelah kejadian itu,HP kami belum juga ditemukan.Aku udah nggak terlalu berharap HP kami ditemukan.Biar pihak yang berwajib yang mengurusnya.Aku harus fokus menghadapi berbagai ujian di sekolahku karena aku sudah memasuki masa-masa padat Ujian.Biarlah ini menjadi salah satu ujian hidup yang aku jalani.

Aku cuma berharap semoga asetelah masa-masa ujian aku bisa dapat penggantinya.Agar aku bisa melanjutkan karirku sebagai Youtuber dan anak Jogjavidgram dan ikut event Direct Selling JKT48 dan TwoShot.

Dan aku mohon ke kak Bram dan semua anggota Jogjavidgram,agar mau menungguku.Maaf baru masuk udah vakum.Tapi jika kalian ngak mau nunggu nggak papa.Aku sudah pasrah kalo mau dikeluarkan.Karena sekarang aku juga mau fokus UN dulu.Mungkin pertengahan April aku bisa aktif lagi (kalo HPku ketemu).

Dan untuk kalian yang membaca blog aku,nonton video Instagram dan Youtube aku,temen ngobrol di Line,BBm,dan sosmed main,maaf aku nggak bisa sesering dulu ngobrolnya.Doain aja HPku segera ketemu,atau dapat penggantinya segera.

Tetap nantikan karya dariku dan teman-teman.

Thanks for Reading.
Matur Nuwun.

Leave a Reply

Mau berkomentar???
Silahkan Komentar,Kritik,Saran,Jualan semua boleh.Yang nggak boleh disini hanya menghina.
Karena menghina tidak memberikan manfaat apa-apa

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Laugh Hunter - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -